Categories
Dunia Ponsel

Oppo Bagi-Bagi A53 Lewat Kompetisi Video TikTok

Jika Anda belum membuat akun di TikTok, sekarang bisa menjadi saat yang tepat untuk bergabung. Pasalnya, Oppo akan mengadakan bagi-bagi smartphone terbaru A53 hanya dengan cara posting video singkat di platform TikTok

Oppo Indonesia membuka kesempatan untuk konsumen mendapatkan perangkat terbaru A53 melalui kompetisi TikTok. A53 adalah perangkat kelas menengah terbaru Oppo yang diperkenalkan sejak 21 Agustus 2020 yang lalu.

“Kali ini kami memberikan kesempatan kepada konsumen mendapatkan perangkat A53 secara cuma-cuma melalui kompetisi yang diadakan melalui akun TikTok @OPPOIndonesia. Konsumen bisa memenangkan puluhan hadiah menarik termasuk perangkat Oppo A53 selama periode 7 hingga 12 September 2020,” ujar Aryo Meidianto A, PR Manager Oppo Indonesia.

Untuk mengikuti kompetisi ini, peserta harus mengikuti akun TikTok @OPPOIndonesia. Lalu, buat video duet berdampingan dengan video tarian Oppo A53 dari Gabriella Eka Putri yang sudah tersematkan di halaman tantangan #DuetBarengOPPOA53.

Setelah selesai, unggah pada akun TikTok dan tandai akun @OPPOIndonesia. Jangan lupa untuk mencantumkan tagar #DuetBarengOPPOA53, #OPPOA53 dan #OPPOIndonesia.

Categories
Dunia Ponsel

Ditekan Presiden AS, TikTok Akhirnya Serahkan Saham di AS

ByteDance China, pemilik TikTok, telah setuju untuk mendivestasikan operasi TikTok AS sepenuhnya dalam upaya untuk menyelamatkan kesepakatan dengan Gedung Putih.

Kesepakatan ini menyusul adanya larangan dari Donald Trump yang hendak memblokir TikTok. Para pejabat AS mengatakan TikTok di bawah induknya di China menimbulkan risiko nasional karena data pribadi yang ditangani.

Bahkan, saat itu Trump menegaskan akan mengeluarkan perintah untuk melarang di Amerika Serikat pada hari Sabtu.

“Bukan kesepakatan yang telah Anda dengar, bahwa mereka akan membeli dan menjual. Kami bukan negara M&A (merger dan akuisisi),” kata Trump, dikutip dari Reuters, Minggu (2/8).

Baca juga: Microsoft Siap Akuisisi TikTok

Sementara, kosensi ByteDance menguji apakah ancaman Trump untuk melarang TikTok adalah taktik negosiasi, atau apakah ia bermaksud menindak aplikasi media sosial yang menawarkan 100 juta pengguna di Amerika Serikat.

Diskusi sempat berlangsung, dimana ByteDance sebelumnya berusaha untuk mempertahankan saham minoritas dalam bisnis TikTok di AS, yang ditolak oleh Gedung Putih.

Hingga akhirnya, di bawah kesepakatan yang diusulkan baru, ByteDance akan keluar sepenuhnya. Dengan kata lain, Microsoft Corp akan mengambil alih TikTok di Amerika Serikat.

Khusus beberapa investor ByteDance yang berbasis di Amerika Serikat kemungkinan akan diberi kesempatan untuk mengambil saham minoritas dalam bisnis. Hal itu lantaran sekitar 70% dari investor luar ByteDance berasal dari Amerika Serikat.

“Administrasi memiliki masalah keamanan nasional yang sangat serius terhadap TikTok. Kami terus mengevaluasi kebijakan masa depan,” ujar perwakilan dari Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Terkait hal ini, Vanessa Pappas, Manager Umum TikTok di AS mengatakan bahwa “Kami di sini untuk jangka panjang. Lanjutkan untuk membagikan suara Anda di sini dan mari kita mendukung TikTok,”

Categories
Dunia Ponsel

Microsoft Siap Akuisisi TikTok

Microsoft dikabarkan tengah melakukan pembicaraan untuk membeli TikTok. Perusahaan teknologi itu dilaporkan sedang berdiskusi dengan pemilik TikTok, ByteDance.

Diskusi antara Microsoft dan TikTok pertama kali dilaporkan sebelumnya pada hari Jumat oleh FOX Business. Dikatakan, nilai akuisisi bisa mencapai puluhan miliar dolar AS.

Dengan akuisisi ini, Microsoft menjadi perusahaan yang mulai merambah segmen Milenial, seperti mayoritas pengguna TikTok di AS. Namun, baik TikTok maupun Microsoft masih enggan berkomentar terkait hal ini.

Baca juga: Mac Akan Ditenagai Apple Silicon setelah Pensiunkan Intel

Di sisi lain, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, justru bersikeras bakal memblokir TikTok. Presiden Donald Trump mengatakan ia akan menandatangani perintah eksekutif secepatnya untuk melarang TikTok di Amerika Serikat.

Langkah ini akan menjadi puncak dari kekhawatiran keamanan nasional AS atas keamanan data pribadi yang ditangani TikTok.

Selain itu, juga akan menjadi pukulan besar bagi pemilik TikTok, ByteDance yang berbasis di Beijing, yang menjadi salah satu dari segelintir konglomerat China yang benar-benar global berkat kesuksesan komersial aplikasi.