Categories
Dunia Ponsel

Pembaruan Android 10 Go di Nokia 2.1

Nokia 2.1 merupakan smartphone di kelas entry level yang dirilis HMD Global pada 2018.

Kini, komunitas Nokia menginformasikan bahwa Nokia 2.1 baru saja mendapat pembaruan Android Go (Go edition). Peluncuran tahap pertama sudah digelar di Bangladesh, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Filipina, Sri Lanka, dan Thailand.

Proses peluncuran diperkirakan akan selesai pada 7 September 2020. Peluncurannya diprediksi juga akan menyambangi willayah-wilayah lain.

Baca Juga : Pembaruan Keamanan untuk Nokia dipastikan HMD Global

Nokia 2.1 dijual dengan harga 6.999 Rupee atau sekitar Rp1,4 juta. Pada kamera, tersemat lensa 16MP di bagian belakang dan 8MP untuk kebutuhan selfie. Smartphone yang didukung kombinasi RAM dan ROM 2GB/3GB dan 16GB/32GB ini juga menyediakan slot microSD. Smartphone ini ditopang baterai 2.970 mAh.

Mengingat Nokia 2.1 sebagai ponsel Go Edition, maka versi software yang diterima merupakan varian khusus dari Android 10.

Categories
Dunia Ponsel

Pembaruan Keamanan untuk Nokia dipastikan HMD Global

HMD Global menegaskan komitmennya untuk memberikan pembaruan software dan keamanan secara rutin guna memastikan kenyamanan pemilik smartphone Nokia.

HMD mengklaim smartphone Nokia memimpin dalam pembaruan software dan security dibandingkan merk Android ternama lainnya dengan 94% dari portofolionya telah mendapat pembaruan ke versi Android terbaru dalam kurun waktu setahun sejak peluncuran.

Sebagai satu-satunya produsen smartphone yang menghadirkan manfaat pembaruan software rutin pada beragam lini harga produk, HMD Global tetap pada janjinya dalam menyediakan pengalaman premium kepada seluruh konsumen.

Android 10 versi terbaru juga telah tersedia pada sebagian besar smartphone Nokia.

Dengan smartphone Nokia, konsumen mendapatkan pengalaman Android murni, aman dan terkini, memastikan tidak ada bloatware.

Pada riset yang dilakukan F-Secure Consulting pada smartphone-smartphone unggulan, ditemukan aplikasi-aplikasi pre-loaded dalam perangkat mobile dengan Android skin yang dikustom dapat menimbulkan masalah dan celah yang dapat dimanfaatkan untuk tindak kejahatan.

Pada Juli 2020, HMD Global menegaskan kembali komitmennya dalam bidang mobile, enterprise dan cyber security dengan membangun Centre of Excellence di Tampere, Finlandia.

Lembaga riset dan pengembangan ini mengeksplorasi cara baru dalam menghadirkan teknologi seperti pengunci perangkat dari jarak jauh, pengelolaan enterprise mobility, keamanan software pada perangkat mobile, mengamankan jaringan komunikasi dan pengujian kotak hitam.

Karel Holub, General Manager, Indonesia for HMD Global, menyampaikan, “Kami percaya sebuah ponsel harus dibuat atas dasar security, reliability, dan dependability sejak dalam rancangannya. Sejak peluncuran smartphone Nokia pertama, kami terus mempertahankan hal tersebut untuk berbagai portofolio produk dan lini harga.”

“Dengan pure Android, kami memberikan pilihan kepada para fans untuk menciptakan sendiri petualangan Android mereka. Pembaruan OS secara rutin dan keamanan perangkat terkini pada seluruh portofolio, kami terjemahkan menjadi smartphone yang dapat dipercaya oleh para fans kami setiap hari,” tutup Holub.

Categories
Dunia Ponsel

Spesifikasi Nokia 3.4 Tersebar di Internet

Nokia 3.4 dilaporkan siap meluncur. Sejumlah spesifikasi mencuat di internet.

Beberapa gambar menunjukan desain yang diprediksi mirip dengan Nokia 3.4. Tercatat bahwa tombol volume tidak sejajar. Hal ini lantaran, tombol Asisten Google khusus akan menjadi salah satu tombol di perangkat.

Bagian yang lebih terlihat jelas adalah desain bagian belakang, dengan modul kamera melingkar yang berkesan, mirip dengan Nokia C5 Endi terbaru.

Meski begitu, perangkat diharapkan membawa kamera selfie 8MP. Layar itu diduga akan menjadi unit 6,5 inci, 19: 9, HD+, seperti dilaporkan GSMArena, Sabtu (30/8).

Baca juga:  Nokia 5.3 Raih Best Build Quality Smartphone di Selular Award 2020

Kamera melingkar pada bodi belakang diprediksi membawa susunan 13MP + 2MP + 5MP. Sumber juga mengklaim Nokia 3.4 akan memiliki baterai 4.000 mAh, dengan pengisian 10W, melalui port microUSB dan jack audio 3.5mm.

Selain itu, menurut beberapa sumber, Nokia 3.4 akan mengandakan chipset Snapdragon “Bengal”, bersama dengan RAM 3GB. Nama kode itu dikaitkan dengan Snapdragon 662 atau Snapdragon 460. Kedua chip hampir identik, berbeda terutama dalam kecepatan jam.

Sayangnya, sejauh ini spesifikasi di atas masih belum bisa dipastikan. Namun, menurut laporan Nokia 3.4 segera meluncur pada 3 September tahun ini (2020). Kita tunggu saja.

Categories
Dunia Ponsel

Nokia C3 Nampak di Geekbench

Daftar baru telah muncul dalam database Geekbench, ponsel misterius itu diketahui sebagai Nokia C3, yang sebelumnya perangkat Nokia yang tidak dikenal diberi nama sandi “GamoraPlus” ditemukan di Geekbench.

Sementara di situs sertifikasi perangkat elektronik China, Tenaa, Nokia C3 mengusung nomor model TA-1258. Ponsel ini akan hadir dengan layar 5,99 inci beresolusi HD+.

 

Dilaporkan GSM Arena, daftar Geekbench juga mencakup beberapa spesifikasi Nokia C3. OS-nya adalah Android 10, Unisoc SoC dengan prosesor octa-core yang memiliki frekuensi dasar 1.2GHz, dan RAM 3 GB. Dari daftar sebelumnya, kita tahu ada model RAM 2GB juga.

Untuk fotografi, ponsel terbaru ini dilengkapi kamera belakang tunggal beresolusi 8 MP dan kamera selfie 5 MP. Di bagian belakang ponsel, terdapat sensor pemindai sidik jari.

Baca Juga : Nokia Model TA-1258 Muncul di Tenaa

Nokia C3 diotaki prosesor octa-core berkecepatan 1,2 GHz Daya tahan ponsel bergantung pada baterai 3.000 mAh.

Nokia C3 dijadwalkan meluncur pada 4 Agustus . Jika urung dirilis di tanggal tersebut, perangkat ini kemungkinan baru akan diperkenalkan di ajang IFA 2020 yang tahun ini digelar secara virtual.

Categories
Dunia Ponsel

Nokia 7.3 dan 6.3 Muncul di Internet

Belum lama ini, Nokia merilis Nokia 5.3 di Indonesia, sebagai smartphone baru andalan mereka. Namun, informasi terbaru menyebut brand teknologi itu sudah mempersiapkan perangkat penerus.

Menurut laporan dari Gizchina, Senin (27/7), Nokia 6.3 dan 7.3 muncul pada lembar sertifikasi baru di Kanada. Itu mengisyaratkan perangkat siap untuk dipasarkan. Hal ini juga diperkuat dengan kehadirannya di lembar sertifikasi Rusia.

Dikatakan, Nokia 7.3 akan mendukung konektivitas 5G. Kabarnya, perangkat itu menjanjikan jaringan 5G dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara, Nokia 6.3 diperkirakan membawa chipset kelas menengah seperti Snapdragon 670 atau 675.

Baca juga: Nokia Model TA-1258 Muncul di Tenaa

Perangkat juga membawa Quad Camera Zeiss di bagian belakang. Sayangnya, belum banyak spesifikasi yang terungkap termasuk tanggal peluncuran dari duo Nokia tersebut. Hanya diprediksi bakal diluncurkan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, HMD Global mengumumkan kehadiran Nokia 5.3 di pasar Indonesia. Perangkat hadir dengan quad camera, Qualcomm Snapdragon 665 Mobile Platform dan umur baterai andalan 2 hari. Diharapkan, Nokia 6.3 dan Nokia 7.3 juga membawa peningkatan pada fitur dan spesifikasi yang lebih baik dari sebelumnya.

Categories
Dunia Ponsel

Standalone (SA) 5G Komersial Pertama Nokia

Nokia mengumumkan ketersediaan komersial global solusi SA 5G baru jaringan private wireless bagi kalangan industri, untuk memenuhi kebutuhan permintaan terbanyak use case industri dan manufaktur.

Dengan diperkenalkannya SA 5G, Nokia menyediakan pelanggan portofolio end-to-end yang komprehensif dari 4.9G/LTE berkualitas tinggi dan solusi private wireless networking 5G di pasar.

Raghav Sahgal, President of Nokia Enterprise mengatakan, “Dengan diperkenalkannya SA 5G, kami menyiapkan standar baru untuk pelanggan enterprise kami dengan seperangkat solusi private wireless untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi, tanpa mempermasalahkan persyaratan entry point maupun konektivitas mereka.”

“Konektivitas private wireless merupakan prioritas utama bagi pelanggan kami untuk merealisasikan tujuan transformasi digital jangka panjang mereka. Dengan solusi SA 5G, kami membuka jalan untuk mempercepat digitalisasi pada use case dengan permintaan terbanyak seperti manufaktur otomotif, dimana cloud, robotic dan operasi mesin otonom sangat memerlukan latensi rendah yang handal serta laju data yang tinggi.”

Melalui pengembangan solusi private wireless SA 5G, Nokia telah menjalankan uji coba dengan pelanggan dan mitra operator sejak kuartal pertama 2020. Nokia memiliki lebih dari 180 pelanggan private wireless enterprise di seluruh dunia dimana lebih dari 30 adalah pelanggan 5G. Nokia baru saja mengumumkan penggelaran private wireless 5G, termasuk Deutsche Bahn, Lufthansa Technik dan Toyota Production Engineering.

Baca juga : Nokia Kebut Ketersediaan Teknologi Open RAN

Dengan solusi SA 5G Nokia yang baru, pelanggan enterprise memiliki pilihan memasang Nokia Digital Automation Cloud – satu set, sistem plug-and-play yang mampu menyediakan otomasi – atau, pelanggan dapat menyesuaikan jaringannya sesuai kebutuhan dengan Nokia Modular Private Wireless.

Dengan diumumkannya ketersediaan SA 5G private wireless secara komersial, Nokia juga memberikan peluang kepada mitra OEM dan ekosistem untuk mempercepat validasi kemampuan 5G. Ini akan membantu dimulainya pengembangan aset kemampuan 5G industri, mempercepat pengembangan aplikasi, dan mengintegrasikan 5G ke dalam proses dan sistem industri di masa depan.

Dengan arsitektur 3GPP R15 SA yang menyediakan dasar 5G private di industri, SA 5G private wireless Nokia akan menjadi platform premier untuk memungkinkan fitur-fitur industri dan perbaikan-perbaikan di masa depan. Ini termasuk Ultra-Reliable Low Latency Communication (URLLC), Time-Sensitive Networking (TSN), dan kemampuan industri lainnya yang akan diberikan pada 5G 3GPP (R16-18) yang akan dikeluarkan di masa mendatang.

Pengumuman ini juga untuk memenuhi kebutuhan pasar seperti Jerman, Jepang dan Inggris, yang dikarenakan ketersediaan spektrum 5G, sangat penting untuk mengadopsi teknologi 5G dan ekosistemnya dengan segera.

Nokia juga mengumumkan pengembangan solusi portofolio 4.9G/LTE.

  • Meluncurkan radio Pita 87 (410MHz) pertama di dunia, mengembangkan potensi coverage untuk private wireless nasional pada berbagai penyedia IoT, keamanan, transportasi dan kebutuhan publik.
  • Peningkatan bandwidth Uplink TD-LTE konfigurasi 0, memungkinkan uplink yang lebih baik bagi video dan aplikasi private wireless berbasis mesin.
  • Dukungan tambahan untuk slicing 4.9G/LTE pada solusi private wireless, memungkinkan alokasi slice virtual end-to-end secara keseluruhan untuk jaminan kualitas KPI yang tinggi pada use case tertentu.
Categories
Dunia Ponsel

Nokia Model TA-1258 Muncul di Tenaa

HMD Global sedang menyiapkan seri terbaru, ini cukup mengenjutkan mengingat Maret lalu Nokia baru saja merilis Nokia 5.3.

Seperti dilaporkan Gizmochina, Nokia terbaru yang terlihat di daftar Tenaa Tiongkok menunjukan bahwa smartphone ini hadir dengan nomor model TA-1258 yang memiliki diameter 159,6 x 77,5 x 8,5 milimeter.

Smartphone Nokia ini dikabarkan akan menampilkan layar 5,99 inci, dan baterai berkapasitas 3.040 mAh. Berdasarkan perincian spesifikasi tersebut, diperkirakan smartphone ini kemungkinan masuk ke dalam kategori kelas menengah.

Melihat kapasitas baterai smartphone tersebut, ini sama sekali tidak mengesankan, jumlah selnya merupakan standar beberapa tahun lalu. Untuk sekarang, 3.400 mAh jelas di bawah rata-rata.

Baca Juga : Nokia 2.4 Nampak di Geekbench, Didukung MediaTek Helio P22

Dengan kapasitas baterai yang tidak menarik ini, handphone dipercaya sebagai spektrum menengah ke bawah dari smartphone Nokia.

Menurut perincian yang disebutkan di atas, ponsel mungkin akan cocok dengan seri kelas menengah. Itu bisa menjadi bagian dari Nokia 2, Nokia 3, atau bahkan seri Nokia 4. Bahkan mungkin model baru untuk seri Nokia C.

Categories
Dunia Ponsel

Nokia Kebut Ketersediaan Teknologi Open RAN

Nokia meningkatkan adopsi interface Open RAN (O-RAN) pada portfolio AirScale-nya. Peningkatan terhadap portfolio radio access network (RAN) ini bertujuan untuk memungkinkan suatu inovasi open ecosystem dan supply chain telekomunikasi yang kuat, sambil memastikan terus memastikan kualitas dan keamanan jaringan kelas dunia.

Kemampuan O-RAN baru ini, yang termasuk open interface, akan dibangun diatas software AirScale Nokia yang telah ada, menyediakan performansi yang sama-sama berkualitas tinggi, fungsionalitas yang bisa dikembangkan dan standar keamanan yang kokoh dari produk radio Nokia saat ini.

Dengan menggunakan pendekatan menciptakan open interface diatas solusi yang telah ada, Nokia turut menyiapkan asitektur jaringan masa depan, terlepas dari apakah cloud service provider (CSP) akan memilih jalur O-RAN atau tidak.

Rangkaian awal fungsi O-RAN akan tersedia tahun ini, sementara rangkaian lengkap O-RAN-defined interface diharapkan akan tersedia pada 2021.

Sebagai satu-satunya penyedia RAN global yang berkomitmen mengembangkan O-RAN, dipercepatnya investasi Nokia dan komitmen kuat terhadap O-RAN lebih meningkatkan kepercayaan CSP, regulator dan pembuat keputusan politik, bahwa mereka dapat memanfaatkan keterbukaan untuk mengamankan supply chain telekomunikasi mereka, tanpa perlu memikirkan persaingan dan/atau keamanan infrastruktur 5G mereka.

Nokia telah membuat investasi signifikan dalam O-RAN dengan memimpin penggelaran awal RAN Intelligent Controller (RIC) dan fronthaul terbuka.

Nokia juga baru saja mengumumkan portfolio AirScale Cloud RAN generasi selanjutnya.

Baca juga : Nokia 2.4 Nampak di Geekbench, Didukung MediaTek Helio P22

Dikarenakan solusi Nokia menggunakan bagian software yang sama pada RAN, Cloud RAN dan O-RAN, pelanggan Nokia akan memanfaatkan fleksibilitas terakhir untuk mendefinisikan arsitektur jaringannya tanpa mengurangi fitur, kualitas, atau keamanan jaringan.

Tommi Uitto, President of Mobile Networks Nokia, mengatakan, “Nokia berkomitmen untuk memimpin masa depan open mobile dengan berinvestasi pada solusi Open RAN dan Cloud RAN dengan tujuan menghadirkan ekosistem telekomunikasi yang kokoh dengan kualitas jaringan dan keamanan yang kuat. Solusi Cloud RAN Nokia memimpin pasar dan terus berkembang menjadi sebuah arsitektur cloud-native. Kami punya skala dan kemampuan untuk menyesuaikan dengan permintaan pelanggan untuk teknologi ini, didukung dengan kualitas dan kemaanan jaringan kelas dunia yang hanya bisa diberikan oleh Nokia.”

Joe Madden, Principal Analyst Mobile Experts, mengungkapkan, “Beberapa operator saat ini telah berkomitmen pada Open RAN, dikarenakan O-RAN dapat meningkatkan fleksibilitas. Operator-operator baru juga sangat percaya pada Open RAN dan vendor hardware alternatif melalui jaringan mereka,dan operator lama menggunakan O-RAN untuk menciptakan peluang-peluang bagi produk baru yang inovatif untuk menyesuaikan terhadap jaringan mereka yang kompleks. Tren keseluruhan ini memperkuat ekosistem dan memungkinkan radio spesialisasi untuk menyesuaikan dengan aplikasi-aplikasi yang sangat beragam. Nokia merupakan vendor besar satu-satunya yang berkomitmen secara penuh secara aktif mengembangkan O-RAN interface, memastikan bahwa solusi 5G RAN akan mendukung ekosistem terbuka di masa depan yang dibutuhkan oleh para operator.”

Categories
info ponsel terbaru

Nokia 2.4 Nampak di Geekbench, Didukung MediaTek Helio P22

HMD Global sebagai pemegang brand Nokia sepertinya tak butuh waktu lama untuk menghadirkan penerus Nokia 2.3.

HMD dilaporkan mempersiapkan penerusnya yang digadang-gadang Nokia 2.4. Seperti dikutip Giz China, ponsel tersebut didukung oleh prosesor besutan MediaTek.

Dan Nokia 2.4 mungkin bersiap untuk diluncurkan dalam waktu dekat, setelah terlihat di Geekbench. Di situs itu, Nokia 2.4 akan ditenagai prosesor MediaTek P22 bersama dan berjalan di OS Android 10

Daftar juga mengungkapkan, ponsel akan diperkuat RAM 2GB. Menskipun daftar tidak menyebutkan kapasitas yang dibawa oleh ponsel Nokia 2.4 tersebut, tapi diperkirakan akan ada storage 16GB atau 32GB.

Adapun skor pengujian, di mana smartphone baru Nokia itu itu berhasil mencetak skor 136 dalam tes single-core dan 497 poin di multi-core yang hampir tidak jauh berbeda dengan smartphone bertenaga Helio P22 yang sudah ada.

Baca Juga : Android 10 Go Edition Dampingi Nokia 1

Selain itu semua, saat ini detail lain tentang smartphone Nokia 2.4 masih langka. Tetapi kita dapatkan mengharapkan perangkat datang dengan menawarkan spesifikasi yang lebih baik dibandingkan pendahulunya.

Mengingat smartphone sudah terlihat di benchmarking platform, peluncuran disinyalir akan terjadi sebentar lagi. Lebih banyak informasi disinyalir akan muncul menjelang peluncuran smartphone.

Ponsel ini dipastikan sebagai ponsel 5G dan diperkirakan harganya lebih murah dari Nokia 8.3.

Categories
Dunia Ponsel

Nokia 5310 Reborn Hadir di Indonesia

Nokia 5310 versi baru atau reborn resmi masuk pasar Indonesia. Handset baru bergaya jadul ini diperkenalkan pada Maret silam.
Menurut produsennya HMD Global, ponsel ini menghadirkan kembali keunikan Nokia 5310 Xpress Music dengan MP3 player dan radio FM, dikombinasikan speaker ganda powerful di bagian depan.

“Nokia 5310 bukan hanya menawarkan kepada penggemarnya keandalan dan daya tahan, namun juga kemudahan dalam penggunaan, desain klasik bergaya kekinian dan baterai tahan lama,” kata Karel Holub GM HMD Global Indonesia dalam keterangannya.

Ponsel Nokia 5310 juga hadir dengan tombol khusus, sehingga pengguna dapat mengatur volume dan urutan lagu dengan mudah. Kemudian memori internalnya 16 MB yang dapat diekspansi dengan microSD sampai 32 GB.

Layarnya 2,4 inch QVGA dengan keypad candybar ala ponsel zaman dulu. Desainnya pun mirip-mirip dengan Nokia 5310 versi original, demikian pula sistem operasinya tidak ribet.

Baca juga : Nokia Keluarkan Ponsel 5G Murah

Ada colokan headphone standar 3,5 mm serta bluetooth 3.9 bagi yang ingin mendengarkan musik dengan headset nirkabel.

Menurut HMD, Nokia 5310 memiliki umur baterai selama berhari-hari dan dapat bertahan hingga 30 hari dalam standby mode. Adapun kamera belakangnya VGA.

Nokia 5310 datang dalam pilihan warna Black/Red dan White/Red dan bisa didapatkan secara online dalam program Shopee Flash Sale Shopee pada tanggal 29 & 30 Juni 2020. Adapun harga Nokia 5310 dipatok Rp 599.000.