Categories
Dunia Ponsel

Joker Datangi Enam Aplikasi di Google Play Store

Google Play Store telah terinfeksi malware Joker. Hal tersebut diungkapkan peneliti keamanan siber dari Pradeo dalam situs resminya. Total jumlah unduhan dari 6 aplikasi jahat mencapai 2 juta kali unduhan.

Keenam aplikasi yang dimaksud adalah Convenient Scanner 2, Safety AppLock, Push Message-Texting & SMS, Emoji Wallpaper, Seperate Doc Scanner, dan Fingertips GameBox.

Malware Joker bukanlah masalah baru bagi Google, setahun lalu, Joker, menyusup aplikasi Android, dan dilaporkan dapat mencuri uang. Malware ini menampilkan dirinya sebagai langganan premium.

Aleksejs Kuprins, analis di CSIS Security Group mengatakan malware itu telah menginfeksi 24 aplikasi di Google Play Store.

Kuprins menyebutkan bahwa Google mengetahui adanya malware yang dilaporkan tersebut dan secara aktif berupaya melakukan bersih-bersih aplikasi jahat dari Google Play Store. Tercatat ada 24 aplikasi berisi malware Joker tersebut yang terdeteksi Google dan telah dihapus

Menurut Kuprins, malware itu diunduh dan diinstal oleh lebih dari 472.000 pengguna Android. Meskipun aplikasi yang terinfeksi sekarang telah dihapus, tidak jelas apakah masih berisiko.

Baca Juga : Waspada Malware Joker Incar Android

Joker bisa mencuri pesan SMS, daftar kontak, dan informasi perangkat si pengguna. Malware ini juga secara diam-diam bisa mendaftarkan perangkat untuk berlangganan layanan premium sehingga merugikan korban.

Joker diketahui menyasar pengguna di 37 negara, Indonesia salah satunya, dan negara lainnya adalah Australia, Austria, Belgia, Brasil, China, Cyprus, Mesir, Prancis, Jerman, Ghana, Yunani, Honduras dan India.

Joker berinteraksi dengan website iklan-iklan untuk menghasilkan klik palsu dan mendaftar layanan premium tanpa sepengetahuan korban.

Categories
Dunia Ponsel

Waspada Malware Joker Incar Android

Malware baru bernama Joker, menyusup aplikasi Android, dan dilaporkan dapat mencuri uang. Malware ini menampilkan dirinya sebagai langganan premium.

Seperti dilaporkan Tech Radar, Aleksejs Kuprins, analis di CSIS Security Group mengatakan malware itu telah menginfeksi 24 aplikasi di Google Play Store.

Menurut Kuprins, malware itu diunduh dan diinstal oleh lebih dari 472.000 pengguna Android. Meskipun aplikasi yang terinfeksi sekarang telah dihapus, tidak jelas apakah  masih berisiko.

Joker bisa mencuri pesan SMS, daftar kontak, dan informasi perangkat si pengguna. Malware ini juga secara diam-diam bisa mendaftarkan perangkat untuk berlangganan layanan premium sehingga merugikan korban.

Joker diketahui menyasar pengguna di 37 negara, Indonesia salah satunya, dan negara lainnya adalah Australia, Austria, Belgia, Brasil, China, Cyprus, Mesir, Prancis, Jerman, Ghana, Yunani, Honduras dan India.

Joker berinteraksi dengan website iklan-iklan untuk menghasilkan klik palsu dan mendaftar layanan premium tanpa sepengetahuan korban.