Categories
Dunia Ponsel

Izin Memiliki Ponsel Pada Anak

Ponsel memang saat ini menjadi kebutuhan sehari-hari. Orangtua tentu memerlukan perangkat telepon genggam untuk mendukung aktivitas maupun pekerjaan mereka. Bagaimana dengan anak-anak?

Telefon genggam yang terhubung dengan internet mampu menjadi jendela informasi, baik informasi yang positif maupun negatif. Mengingat dampak buruk yang bisa muncul akibat penggunaan ponsel tersebut, tentu anak-anak harus diberikan perhatian khusus.

Kapan anak-anak diizinkan memiliki ponsel? Dikutip Pandasecurity, riset yang melibatkan 1.000 warga Amerika menunjukkan, sebanyak 40 persen berpikir bahwa anak harus menunggu hingga usia 11-13 tahun sebelum memiliki ponsel pintar.

Sementara sepertiga responden mengatakan bahwa orangtua harus menunggu sampai SMA (high school) untuk memberikan smartphone ke anak-anak mereka.

Meskipun mayoritas orang berpikir anak-anak harus menunggu untuk mendapatkan smartphone, tetapi kenyataannya justru berbeda.

Survei menunjukkan bahwa rata-rata usia anak-anak yang mendapatkan ponsel adalah 10 tahun. Dilaporkan bahwa 25% anak di bawah usia enam tahun memiliki ponsel dan setengahnya menghabiskan 21 jam seminggu untuk menggunakannya.

Baca juga : Tips Membaca yang Baik di Smartphone

Tren anak-anak mendapatkan ponsel cerdas sebelum waktunya adalah penyebab kekhawatiran.

Ada banyak ketakutan terkait anak-anak yang memiliki smartphone. Beberapa hal yang menjadi kekhawatiran antara lain membuat ketagihan, potensi cyberbullying, paparan konten negatif, kekerasan, masalah kesehatan, dan masalah lainnya.

Namun juga ada hal sisi menguntungkan bila anak-anak memiliki ponsel namun harus ada pengawasan dari orang tua.Salah satu sisi positif utama memberikan ponsel pada anak Anda adalah untuk alasan keamanan.

Dengan memiliki ponsel, orang tua dapat memantau keberadaan anak setiap waktu, juga sangat membantu dalam keadaan darurat atau anak dalam kesulitan.

Misalnya saja saat terpisah dengan orang tua di tempat umum, saat ada orang yang bermaksud jahat, atau anak berada dalam situasi yang tidak aman, mereka dapat menghubungi orang tua untuk meminta pertolongan.