Categories
Dunia Ponsel

Huawei Nova 7 SE Life Terlihat di Tenaa

Nova 7 SE Life dilaporkan muncul di situs web regulator Tiongkok, Tenaa. Berdasarkan keterangan yang ada, smartphone tersebut dilengkapi prosesor octa-core 2.4 GHz.

Perangkat dengan nomor model CND-AN00  datang membawa lebih banyak spesifikasi dan juga beberapa gambar yang memberi kita pandangan seperti apa Huawei Nova 7 SE Life.

Sementara quad-camera belakang akan mencakup kamera utama 64 megapiksel dengan ditemani bersama kamera utrawide 8 megapiksel dan sepasang kamera 2 megapiksel yang masing-masing mungkin berperan sebagai lensa makro serta sensor kedalaman.

Informasi tersebut juga mengatakan, bahawa dapur pacu smartphone ini bakal ditemani bersama RAM 8GB dan penyimpanan asli sebesar 128GB yang selanjutnya datang dengan menjalankan OS Android 10.

Baca Juga : Ngulik Spesifikasi Huawei Nova 7

Melengkapi spesifikasi, Nova 7 SE akan memiliki sensor sidik jari dan baterai minimum berkapasitas 3.900 mAh untuk membuatnya dapat terus menyala yang juga dikabarkan dilengkapi oleh dukungan 40W super charging dan sekali lagi ini mirip dengan Nova 7 SE yang sekarang.

Sejauh ini belum ada konfirmasi tentang waktu peluncuran Huawei Nova 7 SE Life. Tetapi seperti sudah terjadi sebelum – sebelumnya, perangkat yang sudah menerima sertifikasi Tenaa, biasanya peluncurannya sudah dekat.

Categories
Dunia Ponsel

Diprediksi Harga iPhone 12 Lebih Mahal

iPhone 12 yang membawa sejumlah peningkatan disebut akan berbanderol lebih mahal dibanding dengan generasi 11.

Laporan terbaru mengklaim bahwa tidak mungkin untuk mempertahankan harga iPhone 12 pada level tahun lalu. Ini mematahkan rumor sebelumnya yang mengatakan iPhone 12 akan memiliki harga awal yang sama dengan iPhone generasi sekarang, yaitu $ 699 untuk model dasarnya.

Walau lebih mahal, Apple tampaknya tidak akan menyertakan EarPod dan pengisi daya. Kemungkinan pengisi daya 20W bakal dijual secara terpisah. Terlepas dari itu, Apple bersiap untuk memulai produksi massal seri iPhone 12, seperti dilaporkan Nikkei Asia Review.

Baca juga:  Sejak Dirilis, Apple iPad Terjual 500 Juta Unit

Kemudian, produksi akan ditingkatkan menjelang akhir September, atau awal Oktober. Apple berharap dapat membuat 80 juta unit iPhone 12 5G pada akhir tahun, tetapi proyeksi realistisnya mendekati 73-74 juta. Sisanya kemungkinan akan diproduksi pada awal 2021.

Dari 80 juta yang diproyeksikan, 40% dilaporkan terdiri dari iPhone 12 Max dengan OLED 6,1 inci, dua kamera di bagian belakang dan 5G. Diharapkan produksi massal seri iPhone 12 akan dimulai dengan perangkat ini terlebih dahulu, seiring dengan laporan terbaru.

Categories
Dunia Ponsel

Oktober Oppo Siap Rilis Produk Baru di Indonesia

Pada kuartal ketiga tahun ini, Oppo telah meluncurkan 3 smartphone secara resmi di Indonesia. Mereka adalah Reno4 series yang terdiri dari Reno4 dan Reno4 Pro dan Oppo A53, perangkat kelas menengah yang membawa keunggulan layar 90hz.

Nampaknya, ketiganya bukan perangkat terakhir yang akan diperkenalkan Oppo di Indonesia.

Produk yang akan diluncurkan Oppo memang sudah tercatat secara resmi pada situs sertifikasi postel dan TKDN Kemenperin. Tercatat pada situs sertifikasi postel, model perangkat CPH2209 dengan nomor 69617/SDPPI/2020 telah medapat sertifikat resmi yang berlaku hingga 10 Agustus 2023.

Sedangkan, pada situs TKDN Kemenperin, produk ini telah didaftarkan sejak 28 Juli 2020 yang lalu dan mendapatkan nilai TKDN sebesar 31.85%.

Hingga kuartal ketiga tahun ini, Oppo setidaknya sudah memperkenalkan 6 A series, 4 Reno series dan 2 Find X2 series di Indonesia. Dari kemungkinan yang ada, bisa diprediksikan perangkat baru yang akan diperkenalkan Oppo ini akan berada di kelas menengah.

Kemungkinan adalah A series terbaru, bisa saja perangkat yang posisinya menggantikan A92, mengingat di kuartal ini Oppo sudah mulai mengantikan produk A52 dengan A53.

Categories
Dunia Ponsel

Review Samsung Galaxy Buds Live

Earbud nirkabel dengan fitur peredam bising belum banyak ditemukan di pasaran. Setelah merilis sejumlah earbud nirkabel, Samsung akhirnya menghadirkan Active Noise Cancellation atau ANC di model terbaru, Galaxy Buds Live. 

Dengan ukuran dan bentuk seperti kacang mede, TWS (True Wireless Stereo) terbaru ini sudah bisa dibeli masyarakat Indonesia dengan harga Rp2.599.000 dengan tiga varian warna, yaitu Mystic Bronze, Mystic White dan Mystic Black.

Unboxing

Kotak penjualan Buds Live datang dalam boks ritel sederhana dengan satu kabel pengisi daya USB-A ke USB-C, ujung bagian dalam buds terbuat dari silikon, dan sebuah case berisi sepasang buds itu sendiri.

Case pengisi daya berdimensi kompak, lebih kecil dari case-case earbud yang ada di pasaran. Case memiliki daya 500mAh untuk menambah energi pada Buds Live yang memiliki baterai 60mAh. Perangkat bisa diisi melalui USB-C dan nirkabel.

Kedua buds terpasang secara magnetis di dalam case, menahannya dari jatuh secara tidak sengaja. Buds Live benar-benar lebih kecil daripada earbud keluaran rival yang sudah ada di pasaran.

Desain Fresh

Samsung sepertinya benar-benar melakukan banyak riset pasar dan pengujian untuk memastikan TWS ini benar benar optimal. Dengan misi memberikan pengalaman terbaik bagi pengguna, Galaxy Buds Live mencuri perhatian karena desainnya unik dan fresh.

Dibandingkan model earbud sebelumnya (Galaxy Buds dan Buds+) yang mengusung desain in-ear (masuk ke dalam lubang telinga), Galaxy Buds Live mengusung desain ‘telinga terbuka’, sehingga tidak terlalu kedap suara.

Perusahaan sepenuhnya mengubah konsep earbud miliknya sendiri dengan TWS terbaru ini. Pucuk buds menonjol ke luar, ujung dasar lain membentang ke bawah. Ketika dipasang, Galaxy Buds Live terasa (dan memang terlihat) menggantung di telinga (bukan menancap ke dalam).

Desain baru yang radikal ini tentu membutuhkan penataan ulang total komponen. Di bagian dalam, speaker 12mm dan pengencang bass berada di bagian bawah, sensor IR dan pin kembar untuk pengisian daya. Di bagian luar, ada tiga mikrofon yang digunakan Samsung.

Beberapa orang (contohnya saya) lebih menyukai desain ini terutama karena ukurannya yang lebih nyaman, dan tidak masuk terlalu dalam ke lubang telinga.

Desain in-ear pada model sebelumnya memang menawarkan isolasi kebisingan yang jauh lebih baik dan menghasilkan bass yang lebih baik. Tergantung selera dana preferensi pengguna.

Fitur

Samsung Galaxy Buds Live pada dasarnya dapat terhubung ke perangkat Bluetooth apa pun: Android, iOS, dan PC semuanya berfungsi dengan baik. Untuk pengalaman lebih maksimal, Anda bisa mengunduh aplikasi Samsung Galaxy Buds di Play Store maupun App Store.

Sensor inframerah di bagian dalam Galaxy Buds Live memungkinkan mereka mendeteksi jika bud ada di telinga dan akan menjeda pemutaran jika Anda mengeluarkannya. Ini berfungsi di ponsel Android apa pun tetapi tidak berfungsi di iOS.

Aplikasi Galaxy Wearable merupakan bagian integral dari penggunaan bud. Dari situ, Anda dapat mengatur karakteristik suara dengan enam preset (Soft, Dynamic, Bass boost, Clear, Treble boost dan Normal), engaktifkan dan menonaktifkan ANC, mengeluarkan pembaruan software dan memilih apa yang dilakukan dengan mengetuk Galaxy Buds Live.

Pengaturan Ketukan

Satu ketukan pada setiap bud akan menjeda atau melanjutkan pemutaran. Ketuk dua kali akan memainkan lagu berikutnya, ketuk tiga kali untuk memutar lagu sebelumnya.

Pengguna bisa menyesuaikan apa yang dilakukan ketuk dan tahan pada setiap bud, misalnya bisa memunculkan Bixby, Spotify, menambah dan mengurangi volume atau mengaktifkan atau menonaktifkan peredam bising.

Anda dapat mengatur ulang bud dari aplikasi Samsung Galaxy Buds dan ada fitur Find My Earbuds yang akan membuatnya berdering.

Kualitas Suara

Kesan pertama menggunakan Samsung Galaxy Buds Live: nge-bass. Dengan desain ‘terbuka’ ternyata Buds Live tetap mampu menghasilkan tingkat bass maksimal dan solid. Dalam pengaturan Dinamis atau Normal, Buds Live terdengar jernih dan seimbang antara volume dan bass.

ANC

Fitur peredam bising aktif sangat bermanfaat jika Anda menggunakan earbud di tengah keramaian. Namun lagi-lagi, karena desainnya ‘terbuka’, fitur ANC terasa kurang optimal. Earbud terbuka tidak mampu mengisolasi kebisingan sekitar untuk memberikan dasar ANC yang kokoh.

ANC berhasil meredam beberapa polusi suara di dalam ruangan, tetapi tidak signifikan. Saat Anda menggunakan ANC di tengah ‘perang’ musik keras, fitur bisa terasa maksimal.

Masa pakai baterai

Galaxy Buds Live menawarkan daya tahan baterai yang luar biasa. Saya bisa mendengarkan selama 5 jam pada volume 100%, mendekati klaim 5,5 jam Samsung. Anda dapat memperpanjangnya tiga puluh menit dengan menonaktifkan Bixby Voice Wake-up dan dua jam lagi jika Anda mematikan ANC.

Setelah baterai benar-benar habis, Anda bisa mengisi ulang daya 50% di earbud dari sekitar 25 menit charging.

Saat buds masuk ke dalam case, kotak bisa mengisi daya buds dua kali (full dari 0). Mengisi ulang daya case itu sendiri memerlukan waktu sekitar 40 menit.

Kesimpulan 

Dengan harga Rp2,6 juta, Samsung Galaxy Buds Live merupakan salah satu opsi earbud TWS dengan ANC terbaik, dengan catatan, Anda menyukai desain ‘terbuka’. Jika Anda lebih menyukai desain in-ear, bisa memilih Galaxy Buds+ (Rp2.399.000), meskipun tanpa ANC, atau Galaxy Buds (Rp1.899.000).

Namun, jika Anda menyukai ear fit terbuka, Anda pasti memilih ini. Samsung Galaxy Buds Live memiliki banyak fitur, hadir dalam wadah yang tidak mencolok dengan fast charging dan pengisian nirkabel. Output suara Buds Live terdengar hebat dengan mid yang bagus dan bass yang solid dan bekerja sangat baik dengan semua ponsel Android.

Categories
Dunia Ponsel

Sony Xperia 5 II Resmi Gunakan Layar OLED 120Hz

 Jika Anda ponsel yang kompak, menyukai fotografi, musik, video, dan game, Sony Xperia 5 II bisa jadi perangkat yang Anda tunggu-tunggu. Ponsel terbaru ini memiliki layar dengan refresh rate 120Hz dengan dukungan 5G.

Bentang layar OLED 6,1 inci resolusi 1080p+ rasio aspek 21:9, mendukung HDR dan Creator Mode untuk membuat film terlihat seperti yang diinginkan sutradara. Serta, ponsel mendukung insert bingkai hitam, trik yang digunakan TV untuk mengurangi keburaman gerakan.

Ponsel didukung chipset Snapdragon 865 (tanpa plus), yang dipasangkan dengan RAM 8GB. Penyimpanan tersedia dalam dua ukuran, 128GB dan 256GB, dan selalu ada slot microSD jika Anda membutuhkan lebih banyak ruang. Menariknya, Xperia 5 II juga akan tersedia dalam konfigurasi SIM ganda di Eropa (model sebelumnya hanya hadir sebagai SIM tunggal).

Ada beberapa peningkatan di sisi software kamera. Sony telah mengaktifkan pengambilan gambar JPG + RAW dan video gerakan lambat 4K/120 fps sekarang direkam dalam HDR.

Terdapat tiga modul 12MP di bagian belakang. Kamera utama mendapat sensor 1/1.7” dengan OIS, dan kamera ultrawide 16mm memiliki autofokus Dual Pixel. Lalu ada kamera zoom 3x (70mm), yang menghadirkan OIS-nya sendiri. Ketiga kamera ini menggunakan lensa ZEISS dengan lapisan anti-reflektif T.

Meski bertubuh lebih kompak, Xperia 5 II memiliki kapasitas baterai cukup besar, 4.000mAh. Konsumen akan menerima pengisi daya Power Delivery USB 18W di dalam kotak, dengan pengisi daya hingga 21W. Bahkan dengan power brick yang disertakan, pengisian daya 50% dicapai dalam 30 menit.

Ponsel menghadirkan semua fitur favorit penggemar dari Xperia 1 II, termasuk jack headphone 3.5mm. Pengguna bisa menikmati audio Resolusi Tinggi baik dengan headphone berkabel dan nirkabel. Sebagai alternatif, Anda dapat menggunakan speaker stereo depan. Dolby Atmos dan 360 Reality Audio keduanya didukung untuk pengalaman yang lebih imersif.

Bodi ponsel ini memiliki rating IP68/IPX5 untuk tahan debu dan air, bagian depan dan belakang dilindungi oleh Gorilla Glass 6. Dengan lebar hanya 68mm dan tebal 8mm, membuatnya lebih kompak dari kebanyakan ponsel yang ada saat ini.

Akan ada empat warna yang dapat dipilih saat peluncuran: Hitam, Abu-abu, Biru, dan Merah Muda. AS hanya akan mendapatkan versi hitam, dengan Sony Xperia 5 II akan melakukan pre-order seharga $950 atau setara Rp14 juta  pada 29 September 2020 dan pengiriman pada 4 Desember 2020.

Di Eropa ponsel ini akan datang dalam Q4 seharga €900 atau sekitar Rp15,7 juta dalam warna Hitam, Biru dan Abu-abu.

Sony juga akan merilis dua aksesoris untuk ponsel: Stand Cover (dengan kick stand built-in) dan Style Cover yang lebih tradisional. Ponsel ini secara native mendukung pengontrol DualShock 4.

Categories
Dunia Ponsel

Bocoran ! Xiaomi Akan Punya Perangkat Baru

Sebuah laporan baru muncul beberapa bulan lalu, menyatakan bahwa Xiaomi sedang mempersiapkan dua perangkat baru yang membawa kamera ini ke publik. Kali ini, rumor tersebut kembali beredar.

Menurut unggahan di situs jejaring sosial media, Weibo, mengungkapkan nama kode dari kedua handset. Dalam unggahan tersebut juga tertera nomor model pengiriman beserta dengan kamera 108MP yang diembannya.

Baca juga: Selama PSBB, Pusat Servis Xiaomi Tetap Buka

varian Pro digadang-gadang akan menjadi smartphone low budget dengan kamera 108MP. Melansir dari GSMARENA, diperkirakan smartphone ini menjadi perangkat baru dijajaran Redmi Series. Sayangnya, tidak banyak yang diketahui tentang handset ini sekarang.

Namun, leakster menyatakan bahwa waktu peluncuran perangkat sudah dekat. Seperti yang diketahui, bahwa perusahaan bersiap untuk mengungkapkan seri Redmi Note 10 baru dalam beberapa bulan mendatang.

Meski begitu, sensor 108MP diharapkan tak hanya sekedar pamer besadan piksel. Tetapi juga membuktikan kualitas gambar yang dihasilkan, dengan didukung sejumlah fitur fotografi yang baik.

Categories
Dunia Ponsel

Pemindai Fingerprint di WhatsApp Web

Saat ini WhatsApp menggunakan sistem login berbasis QR Code untuk mengakses versi web. Untuk menggunakan, pengguna harus memindai QR Code yang ditampilkan di layar komputer dengan smartphone.

Terbaru untuk keamanan, pengguna WhatsApp di komputer ataupun laptop, adalah dukungan pemindaian sidik jari saat ingin memulai sesi di WhatsApp Web.

Cara kerja fitur keamanan fingerprint Whatsapp Web di laptop, selama sudah pernah melakukan scan lewat ponsel pintar yang terhubung, pengguna tidak perlu melakukannya lagi untuk masuk. Kecuali, menggunakan laptop atau browser yang berbeda.

Saat pengguna mengakses WhatsApp lewat laptop, caranya dengan membuka WhatsApp di smartphone dan memindai sidik jarinya.

Jadi, otomatis akan mengirimkan pesan konfirmasi fingerprint ke ponsel pintar pengguna.

Cara ini cukup ampuh untuk mengetahui apakah pengguna WhatsApp tersebut benar-benar pemilik aslinya. Dengan begitu, pengguna bisa terhindar dari tindak kejahatan yang mengancam.

Fitur ini baru bisa diakses oleh sebagian orang saja. WhatsApp masih menggodok sebelum nantinya dirilis secara luas lewat update terbarunya.

Informasi soal fitur anyar ini jelas membuat layanan WhatsApp lebih aman dan cepat diakses, mengingat diperlukan otentikasi langsung dari pengguna. Hanya memang belum diketahui apakah fitur ini juga mendukung pemindaian wajah.

Untuk itu, fitur otentifikasi fingerprint ini tengah diuji coba di WhatsApp versi Beta. Dan belum dapat dipastikan kapan fitur ini akan hadir untuk pengguna. Saat ini, fitur ini ditemukan di versi beta terbaru untuk perangkat Android.

Categories
Dunia Ponsel

Kualitas Merekam GoPro Hero 9 Black Capai 5K

GoPro merilis kamera terbarunya yakni GoPro Hero 9 Black.

Kamera GoPro Hero 9 Black, mampu  merekam video resolusi tinggi yakni  merekam video 5K.  Seperti diketahui, saat ini yang merupakan standar merekam video adalah 4K.

Sepsifikasi lain, GoPro Hero 9 Black memiliki bentang 1,4 inci, layar kedua yang menghadap ke arah depan ini dapat membantu pengguna dalam mengambil gambar diri sendiri saat memotret selfie ataupun merekam vlog.

Perangkat series Hero terbaru ini juga dibekali dengan filter yang dapat menunjukan preview saat pengambilan gambar langsung,  Hero 9 Black yang kini dilengkapi dengan sebuah layar kedua, mirip DJI Osmo Action.

Hero 9 Black akan menawarkan daya tahan baterai 30 persen lebih banyak dengan kinerja cuaca dingin yang ditingkatkan.

GoPro Hero 9 Black ini akan dijual dengan harga 449 dolar US atau sekitar Rp 6,6 juta dan tersedia di website GoPro.

Categories
Dunia Ponsel

Asus Zenfone 6 Sudah Bisa Pakai Android 11 Beta

Pemilik smartphone Zenfone 6 kini sudah bisa mencoba Android 11 di perangkatnya. OS versi beta ini tersedia bagi pengguna yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya.

Asus sendiri resmi mengedarkan Zenfone 6 di Indonesia November tahun lalu, dan Zenfone 7 sudah tersedia untuk global.

Fitur baru termasuk Notification History (Riwayat Pemberitahuan) dan Bubble, juga launcher pihak ketiga bisa menggunakan gesture. Fitur PowerMaster kini dipindahkan ke pengaturan baterai, seperti seharusnya.

Asus berusaha keras untuk menata ulang software: mesin pemindai Avast, Private Listening, dan ZenUI Help, kini lenyap. Smart group, Icon alignment dan custom icon pack support juga telah dihapus.

Pembaruan ini adalah unduhan yang lumayan besar berukuran 1,4 GB. Jadi jika Anda telah mendaftar untuk uji beta, Anda sebaiknya menyambungkan ke Wi-Fi dan mulai mengunduh.

Dan jika Anda bukan termasuk pendaftar, sepertinya harus menunggu lebih lama. Sayangnya, hingga kini tidak ada kabar kapan pembaruan Android 11 yang stabil akan keluar.

Categories
Dunia Ponsel

Dapat Sertifikasi Bluetooth, Huawei Mate 40 Pro Siap Meluncur?

Informasi mengenai Huawei Mate 40 kembali muncul. Kali ini mengenai sertifikasi Bluetooth.

Sertifikasi Bluetooth atas perangkat itu diunggah di situs web National Broadcasting and Telecommunication Commission (NTBC) Thailand, dan Eurasian Economic Comission (Russia) untuk komponen nirkabel yang ditujukan bagi perangkat Huawei dan Honor.

Peluncurannya di pasar global akan terhambat, tapi Huawei diprediksi akan tetap merilis Mate 40 Pro di Tiongkok pada bulan depan.

Peluncuran seri Huawei Mate 40 dilaporkan terkendala. Menurut laporan, seri flagship tersebut tidak akan dirilis di luar Tiongkok sampai 2021.

Seri Mate 30 pada tahun lalu dirilis di Tiongkok pada akhir September, diikuti peluncuran di Eropa pada akhir November. Huawei mulai memperluas pemasarannya ke lebih banyak negara dengan beberapa peluncuran paling lambat pada Januari 2020.

Seri Huawei Mate 40 diprediksi akan mengikuti skema serupa, tapi kemungkinan akan lebih lambat untuk pasar global.

Deri Mate 40 hadir dengan tiga ponsel. Yakni Huawei Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro + (Plus). Informasi menyebutkan, Mate 40 akan menggunakan kamera depan tunggal.

Baca Juga : Sony IMX 588 + IMX 516 Tersemat Di Lensa Depan Huawei Mate 40 Pro

Bicara perangkat lunak, Huawei Mate 40 Pro akan di-instal sebelumnya dengan EMUI 11 berbasis Android 11 dan Huawei Mobile Services (HMS). Namun, Huawei Mate 40 akan hadir dengan sistem EMUI 10.x.

Kapasitas baterai seri Mate 40 adalah 4.300 mAh, 4.600 mAh, dan 5.000 mAh. Mereka masing-masing dipasok untuk Mate 40, Mate 40 Pro, dan Mate 40 Pro + (Plus).