Categories
tips dan trik ponsel

Cara Mencegah Pencurian Data Pribadi di Smartphone

Sejak dua tahun lalu dan terutama di masa pandemi, smartphone kerap digunakan sebagai dompet digital. Ketika fungsi smartphone menjadi alat untuk bertransaksi digital maka perlu diimbangi dengan sistem keamanan yang mumpuni. Hal ini untuk mencegah pencurian data dan informasi rahasia milik penggunanya.

Data pribadi yang ada di smartphone berpotensi untuk dicuri secara digital melalui beragam teknik serangan siber (cyber attack) seperti phising, malware, atau aplikasi jahat atau justru dengan teknik konvensional seperti smartphone spying atau mengintip layar.

Untuk memberikan privasi yang lebih baik, Oppo memperkenalkan teknologi Smart Spying Prevention yang ada di Oppo Reno4. Teknologi ini akan menyembunyikan isi notifikasi saat ada orang lain memandang layar smartphone yang sedang dibuka oleh pengguna.

Untuk mengaktifkan fitur Smart Spying Prevention, maka pengguna perlu mendaftarkan wajah terlebih dahulu agar kamera smartphone mengenalinya sebagai pemilik ponsel yang sah.

Setelah fitur tersebut aktif, pengguna tidak perlu merasa khawatir terhadap kemungkinan isi dari notifikasi aplikasi pada ponsel cerdas bisa diintiip oleh orang lain ketika berada di dalam transportasi publik.

Ketika pengguna meng-install aplikasi baru, kadang mereka tidak sadar ada beberapa aplikasi yang membutuhkan persetujuan untuk mengakses hal-hal sensitif pada smartphone seperti kontak, kamera untuk mengambil foto, dan lokasi.

Bahkan beberapa aplikasi memerlukan akses ke data pribadi lebih banyak lagi yang seringkali diabaikan oleh pengguna dengan sukarela memberikan akses izin untuk bisa mengambil data pribadi mereka.

Pada perangkat Oppo Reno4, pengguna tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan buruk tersebut karena adanya fitur Personal Information Protection.

Saat fitur ini diaktifkan, maka sistem akan secara otomatis menentukan beberapa aplikasi berbahaya yang mencoba membaca informasi pribadi dan memberikan informasi berupa data kosong untuk menghindari kebocoran data.

Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan menuju opsi [Settings] > [Privacy] > [Personal Information Protection] > alihkan ke [Smart Protection] untuk diaktifkan. Ketika sudah aktif, sistem akan terotomatis melindungi Riwayat Panggilan, Kontak, Pesan, serta Kegiatan pengguna.

Berkaitan dengan pembayaran digital yang kian jamak, Oppo juga memberikan opsi perlindungan data berupa Payment Protection. Fitur ini akan melakukan pemindaian otomatis terhadap aplikasi pembayaran dan melindunginya dari ancaman pembobolan data.

Masih terkait dengan pembayaran digital, Oppo juga menyediakan fitur Secure Keyboard. Pada fitur ini, perangkat akan secara otomatis akan mengganti keyboard bawaan ke Oppo Secure keyboard ketika pengguna perlu memasukkan informasi sensitif.

Oppo Secure keyboard tidak akan merekam informasi yang dimasukkan oleh pengguna seperti password, terkoneksi ke jaringan internet atau fitur autocomplete.

Semakin banyak aplikasi baru pada perangkat smartphone, maka semakin banyak pula informasi pribadi yang diberikan melalui aplikasi tersebut. Untuk itulah pengguna memerlukan perangkat smartphone yang dapat melindungi data dan privasi sepanjang waktu.

Categories
tips dan trik ponsel

Cara Aktifkan Dark Mode Google Chrome pada Android Anda

Pada Awal tahun ini, Google diinformasikan tengah menggarap fitur mode gelap (dark mode) untuk peramban miliknya di ponsel berbasis Android. Kini, fitur tersebut sudah bisa dinikmati oleh pengguna Google Chrome di ponsel kita yang menjalankan sistem operasi Android.

Adapun beberapa tahap yang dibutuhkan untuk mengaktifkan mode gelap (dark mode) tersebut. Berikut langkah-langkahnya
– Buka aplikasi Google Chrome
– Ketik “chrome://flags” pada bagian pencarian, lalu tekan enter
– Ketik “Android Chrome UI dark mode” pada kolom pencarian di dalam Google Chrome Flag, lalu tekan enter
– Ubah pengaturan pada “Android Chrome UI dark mode” dari default menjadi enabled
– Buka ulang aplikasi Google Chrome
– Masuk ke bagian pengaturan, lalu aktifkan fitur mode gelap

Harus diakui, langkah-langkah yang harus dilakukan cukup panjang untuk sekadar membuat tampilan peramban ini menjadi gelap. Hal ini dikarenakan dark mode pada Google Chrome untuk ponsel berbasis Android ini belum final.

Baca juga: Perbedaan dan Persamaan Huawei P40 Pro dengan Huawei P40 Pro+

Bahkan, mode ini sepertinya hanya menghitamkan tampilan utama dan pengaturannya saja. Saat masuk ke hasil pencarian, tampilannya sudah putih bersih lagi, dengan hanya tab URL hanya masih hitam.

Masalah terbesar yang mungkin Anda perhatikan adalah teks hitam pada latar belakang abu-abu gelap. Ini ada di menu tab switcher, dan untuk beberapa pengguna, di halaman “Artikel untuk Anda”. Bug yang lebih kecil adalah kenyataan bahwa bilah navigasi tetap putih meskipun aplikasi dalam mode gelap.

Pada Chrome versi pra-stabil, tampaknya Google sedang menguji versi perpanjangan dari tema yang juga membuat beberapa situs web gelap. Ini dapat menyebabkan masalah teks gelap yang sama pada latar belakang gelap, dan ada masalah lain di mana gambar dapat muncul dalam warna terbalik dari waktu ke waktu.

Jika bug ini adalah pelanggar kesepakatan, Anda dapat menonaktifkan mode gelap dengan kembali ke menu pengaturan Chrome, memilih Mode Gelap, lalu mematikan sakelar. Google kabarnya akan memperbarui panduan ini dengan info baru karena fitur menjadi lebih dapat diandalkan.

Categories
Dunia Ponsel Ponsel Mahal tips dan trik ponsel

Samsung Mematenkan Pelindung Layar Untuk Smartphone Lipat

Dunia PonselSamsung di ketahui sudah mematenkan tiga solusi untuk pelindung layar yang berbeda untuk Smartphone lipat nya, dan kini terdapat bocoran paten terbaru yang sudah di ajukan oleh Samsung dengan mematenkan tiga solusi untuk perlindungan layar yang berbeda untuk Smartphone Lipatnya, dan seperti yang di langsirkan oleh Glzmochina pada 21/5, Samsung di ketahui sudah mematenkan solusi untuk perlindungan layarnya, dan bahan dari pelindung layar yang di gunakan adalah bahan Polimida, dan ini termasuk polimida Film, Polimida Film + UTG, dan UTG.

Samsung mematenkan hal tersebut, karena Smartphone lipat akan menjadi bagian penting dari masa depan dari Samsung sehingga perusahaan ingin mengembangkan sebanyak mungkin untuk Teknologi secara internal, dan di ketahui perusahaan ini juga sudah bekerja pada bagian layar Fleksibel sejak 2009 dan mengajukan berbagai paten yang terkait dengan Polimida Film.

Pada saat ini, Samsung menggunakan Film Plastik pada atas layar lipat dari Samsung lipat Galaxy Fold, dan penutup Ultra Thin Glass (UTG) pada bagian atas layar lipat Galaxy Z Flip nya , tetapi untuk kedua bahan tersebut bersumber dari Samsung Display, dan di mana mereka juga membeli bahan dasar dari perusahaan lain seperti DOWOOINSYS.

BACA JUGA : Redmi 10X Akan Memiliki Varian 4G Dan 5G

Lalu pada sisi lain, Samsung juga di perkirakan akan merilis dua buah Smartphone lipat Terbarunya termasuk versi Galaxy Fold yang lebih murah dan Galaxy Fold 2 pada paruh kedua tahun ini, sebelumnya Max WeinBach telah mengungkapkan bahwa untuk versi yang lebih murah tersebut akan di sebut dengan Galaxy Fold Lite dan di perkirakan harga dari Galaxy Fold Lite ini akan di bandrol dengan harga USD 1.100 atau setara dengan Rp. 16 jutaan.